Warung Online
goopel
Info Lowongan Kerja Terbaru

Monday, May 14, 2012

Kunci Sukses Uji Kompetensi PAUD postheadericon

Posted by rindang darka | Pada 6:48 AM


Untuk meningkatkan kecerdasan anak bangsa tentunya dumulai dari dini, adapun PAUD adalah salah satunya. Semakin berkembangnya teknologi maka mutu guru harus lebih meningkat, untuk itu kemendikbud dalam rangka sertifikasi Uji Kopentensi Awal untuk guru PAUD diatahun 2012 nilai rata-rata test lebih tinggi dari tahun lalu.


Berikut ini adalah rangkuman kisi-kisi Uji Kompetensi Awal, yang mungkin dapat membantu. Aslina rangtkuman ini ada pada situs kemendikbud namun dalam format PDF yang terkadang seseorang yang awam internet kesulitan untuk mendownloadnya. Untuk itu saya sajikan dalam bentuk ms word agar lebih mudah



RANGKUMAN MATERI

BERDASARKAN KISI-KISI INSTRUMEN UJI KOMPETENSI AWAL PAUD/TK/RA

TAHUN 2012


1.1.1 Mendeteksi ciri perkembangan fisik,intelektual,social-emosional,moral dan latar
belakang social-budaya anak usia 4-6 tahun. (Ada di Permen 58, tingkat pencapaian
perkembangan kelompok usia 4-6 thn)

1.12. Faktor yang mempengaruhi perkembangan anak TK.

Perkembangan anak TK diperoleh melalui kematangan dan belajar. Perkembangan
karena factor belajar dapat terjadi dalam berbegai situasi lingkungan dimana terjadi
interaksi anak dengan manusia (orang dewasa,teman dan adik) dan dengan lingkungan
alam sekitarnya.

2.1.1 Teori belajar terkait bidang pengembangan di TK (Vigotsky,Piaget,Erikson,Smilansky)
Piaget : Intelegensi atau kecerdasan seorang anak manusia berkembang melalui
serangkaian tahapan perkembangan yang ditandai oleh perkembangan struktur kualitas
kognitif.

Perkembangan kognitif ada 4 tahap yaitu : 1. Tahap sensorimotor (0-2 thn),
Praoperasional (2-7 thn), Operasional konkrit (7-12), Operasional formal (12 thn keatas)
Vigotsky : Perkembangan kognitif seorang anak dapat dipicu (trigger) oleh lingkungan
karena sangat dipengaruhi oleh konteks social budaya dimana anak tersebut dibesarkan.

Smilansky : anak usia dini belajar melalui panca indranya dan melalui hubungan fisik
dengan lingkungannya.

Erikson : membagi delapan tahap perkembangan psikososial anak : tahap I basic trust vs
mistrust (0-1 thn),tahap II autonomy vs shame & doubt (2-3 thn),tahap III initiative vs
guilt (4-5 thn),tahap IV Industry vs inferiority ( 6 th-pubertas), tahap V Identity &
repudiation vs identity diffusion (masa remaja),tahap VI Intimacy & solidarity vs
isolation (masa dewasa muda), tahap VII Generativity vs stagnation (masa dewasa),
tahap VIII Integrity vs Despair (masa tua).


3.1.1 Prinsip pengembangan kurikulum di TK

- Kedekatan, dipilih tema yang terdekat dengan anak

- Kesederhanaan, dipilih tema yang sederhana,efektif dan focus

- Kemenarikan, dipilih tema yang menarik minat anak

-Keinsidentalan, Peristiwa disekitar anak yang terjadi pada saat pembelajaran
berlangsung .



3.4.1 Menentukan langkag-langkah penyusunan program semester,mingguan dan harian
dalam kegiatan pengembangan di TK
Langkah-langkah penyusunan program semester:

- Mempelajari dokumen kurikulum yakni pedoman pengembangan program
pembelajaran.

- Memilih tema yang akan digunakan untuk setiap kelompok dalam setiap semester
dan menetapkan alokasi waktu untuk setiap tema dengan memperhatikan keluasan
cakupan pembahasan tema dan minggu efektif TK.

- Identikfikasi tema menjadi sub tema

- Tema-tema yang dipilih dan hasil identifikasi tema menjadi sub tema dapat dibuat

dalam bentuk table pada setiap awal tahun pelajaran.
Langkah-langkah penyusunan RKM model pembelajaran kelompok dengan sudut
pengaman

- Memilih tema dan merinci sub tema

- Menentukan kegiatan sesuai bidang pengembangan yaitu nilai-nilai agama dan
moral,social emosional,bahasa,kognitif dan fisik

- Membuat matriks hubungan antara tema,bidang pengembangan dan kegiatan

- Menentukan pelaksanaan kegiatan dalam satu minggu dari hari senin s/d jumat atau
sabtu

RKM model pembelajaran berdasarkan minat :

- Memilih tema dan merinci sub tema

- Menentukan kegiatan sesuai dengan minat pada model pengembangan
sudut/area/sentra

- Membuat matriks hubungan antara tema,sub tema dan kegiatan

- Menentukan aloksai waktu untuk setiap RKM

- Menentukan pelaksanaan kegiatan dalam satu minggu dari hari senin sampai jumat
dan sabtu.


Perencanaan harian merupakan penjabaran dari RKM, RKH terdiri dari :

- Kegiatan pembukaan yang merupakan kegiatan pemanasan dan dilaksanakan secara
klasikal.

- Kegiatan inti yang dapat mengaktifkan perhatian,kemampuan,social emosional,

- Istirahat makan merupakan kegiatan untuk mengisi kemampuan anak yang
berkaitan dengan makan.

- Kegiatan penutup adalah kegiatan penenanganyang dilaksanakan secara klasikal.



Langkah-langkah penyusunan RKH model pembelajaran kelompok dengan kegiatan
pengaman:

 Memilih indicator yang sesuai dalam RKM untuk dimasukkan ke RKH,penulisan
indicator dalam RKH diberi keterangan bidang pengembangan.

 Memilih kegiatan kedalam kegiatan awal,kegiatan inti dan kegiatan akhir. Pada
kegiatan inti kegiatan pembelajaran dibagi kelompok sesuai program yang
direncanakan.

 Memilih metode yang sesuai dengan kegiatan yang dipilih

 Memilih alat/sumber belajar yang dapat menunjang kegiatan pembelajaran yang
akan dilakukan.

 Memilih dan menyusun alat penilaian yang dapat mengukur ketercapaian
indicator

 Merencanakan penataan lingkungan belajar dan bermain.


Langkah-langkah penyusunan RKH berdasarkan minat :

 Memilih dan menata kegiatan kedalam RKH

 Memilah kegiatan yang dipilih kedalam keg.awal,keg.inti dan kegiatan akhir
 Pada kegiatan inti,kegiatan pembelajaran disesuaikan dengan minat (area) yangn
akan dilaksanakan.

 Memilih metode yang sesuai dengan kegiatan yang dipilih.

 Memilih alat/sumber belajar yang dapat menunjang kegiatan pembelajaran yang
akan dilakukan.

 Memilih dan menyusun alat penilaian yang dapat mengukur ketercapaian hasil
belajar atau indicator.


4.2.1 Memilih media dan sumber belajar yang sesuai dengan pendekatan bermain sambil
belajar.


Media dan sumber belajar yang digunakan dapat dikelompokka menjadi 3 :

 Lingungan alam seperti, tanaman,binatang,hutan,kebun,kolam,dll.

 Lingkungan fisik seperti, mesjid,kantor pos,kantor polisi,perpustakaan,rumah
sakit,supermarket.

 Lingkungan social seperti, tokoh masyarakat,pasar,banjir,kebakaran,kultur
budaya


4.3.1 Mengurutkan tahapan bermain sensorimotor dalam kegiatan pengembangan di
TK/PAUD.

Tahap bermain sensorimotor sebagai berikut

 Tahap satu, anak mengulang gerakan beberapa kali untuk menikmati beberapa
jenis perasaan yang ditimbulkan oleh tubuh (bodily sensation) dan reaksi pada
saat pertama melakukannya,yang biasanya hanya menggunakan tubuh anak

sebagai alat, contoh memercikkan atau menepuk air dengan tangan (sering
dilakukan bayi yang sedang dimandikan,menepuk pasir,bertepuk atau
melambaikan tangan.

 Tahap dua, apabila anak terlibat dalam pengulangan tindakan dengan
menggunakan objek tertentu. Tindakan yang sama akan diulang-ulang untuk
melihat,mendengar atau merasakan kembali, contohnya memukul-mukul meja
dengan sendok atau menikmati suara,mencelupkan saringan kebak air dan
memperhatikan air yang mengalir kembali perlahan-lahan ke bak,mengadukaduk
pasir dengan sekop,menuangkan air dari kran dengan kedua tangan
tengadah.

 Tahap tiga, apabila anak terlibat dalam pengulangan rangkaian kegiatan sebab
akibat sederhana yang sudah memiliki tujuan tertentu, contoh mengisi mangkuk
dengan pasir dengan menggunakan sekop (anak sudah memiliki tujuan dan
mengetahui urutan sebab akibat yang sederhana) yaitu mengisi sekop dengan
pasir dulu baru menauangkannya ke mangkok.

 Tahap empat,apabila anak melakukan trial & error (coba ralat),tema atau tujuan
umum tetap dipertahankan,tetapi perilaku untuk mencapai tujuan bersifat
holistic dengan berbagai cara anak melakukan pengulangan. Contoh mengisi teko
dengan air lalu menuangkannya kedalam wadah berbagai ukuran,menggunakan
senfdok,sekop dengan tangannya bergantian untuk menuangkan beras kedalam
botol.


4.3.2 Mengurutkan tahapan bermain peran dalam kegiatan pengemb.di TK/PAUD

 Awal,pura-pura,anak terlibat dalam tindakan seperti pura-pura,tetapi belum ada
bukti dia main pura-pura contohnya,anak sekilas menyentuh telepon
ketelinga,sekilas menempelkan botol ke mulut boneka

 Pura-pura dengan dirinya,anak terlibar dalam perilaku pura-pura diarahkan
pada dirinya sendiri,dimana pura-pura terlihat jelas,contoh cangkir membuat
suara sedang minum

 Pura-pura dengan yang lain,anak terlibat dalam perilaku pura-pura,diarahkan
oleh anak kepada yang lainnya,perilaku pura-pura tentang orang lain contoh
anak memberi makan boneka dengan botol bayi mainan atau cangkir,mendorong
truk diatas lantai dan membuat kegaduhan

 Pengganti,anak menggunakan objek seadanya dalam cara yang kreatif atau
sesuai khayalan,atau menggunakan objek dalam cara yang berbeda dari
biasanya,contoh anak memberi makan boneka menggunakan balok sebagai
botol,meletakkan sepotong playdough dalam piring dan menyebutnya sebagai
kue.

 Pura-pura dengan objek atau orang,anak pura-pura bahwa objek,bahan,orang
atau binatang itu ada,contoh anak menuang teko kosong ke cangkir dan
berkata”kopi bergerak seputar ruangan membuat suara motor,seolah-olah
sedang mengendarai sepeda motor

 Agen aktif,anak menghidupkan mainan (seperti boneka,binatang mainan) yang
mewakili sesuatu sehingga mainan menjadi agen yang aktif didalam kegiatan

pura-pura contoh, anak melompat-lompatkan binatang mainan dengan satu kaki
melewati karpet seolah-olah binatang itu sedang berlari

 Urutan yang belum berbentuk cerita,anak mengulang-ulang satu
tindakan/adegan kepada bebrapa orang contoh,anak memberi ibu secangkir
minum kemudian memberikan bonekanya secangkir minuman.

 Urutan cerita,anak menggunakan lebih dari satu adegan dalam main peran
contoh anak mengaduk cangkir,minum dari cangkir dan berkata,”mmm,rasanya
enak.

 Perencanaan,anak terlibat dalam main peran dengan bukkti ada perencanaan
lebih dahulu contoh anak berkata bahwa ia akan memberi makan bayi sebelum
meletakan

 botol minum bayi ke mulut boneka.


4.3.3 Mengurutkan tahapan bermain pembangunan

Tahap main pembangunan anak dimulai dari bermain dengan benda yang bersifat
cair,(air,cat,pasir) sampai bahan yang terstruktur. Oleh karena itu secara umum main
pembangunan dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :

 Main pembangunan dengan bahan yang bersifat cair atau bahan alam misalna
bermain dengan air,pasir, cat dengan jari (finger
painting),spidol,ublegh,lumpur,tanah liat,playdough,biji-bijian,krayon,cat
dengan kuas,pulpen dan pensil.

 Main pembangunan dengan bahan terstruktur misalnya adalah main dengan
balok unit,balok berongga,balok berwarna,,lego,puzzle,tinker toys,bristle blocks,
dan bahan-bahan lainnya yang telah ditentukan yang mengarahkan anak agar
meletakan dan menyusun bahan-bahan tersebut menjadi sebuah karya.


6.1.1 Menetapkan jenis lingkungan main yang sesuai dengan karakteristik sekolah (sudut,area
dan sentra.

Jenis Sentra : -Sentra Persiapan/keaksaraan

-Sentra bahan alam
-Sentra main peran
-Sentra Musik
-Sentra Seni

Jenis Sudut: - Sudut alam sekitar dan pengetahuan

-Sudut Ketuhanan
-Sudut Keluarga
-Sudut Kebudayaan
-Sudut Pembangunan


Jenis Area: - Area Agama -Area Drama

-Area Matematika -Area Balok
-Area Seni -Area Masak
-Area Bahasa -Area bermain dilura
-Area IPA -Area Bermain air dan pasir
-Area Musik


6.1.2 Menerapkan jenis-jenis kegiatan bermain

 Bermain sensorimotor

 Bermain peran

 Bermain pembangunan


6.1.3 Mengidentifikasi jenis sarana dan prasarana pembelajaran di PAUD.
Prasarana :

1. Lokasi pendirian TK hendaknya memperhatikan persyaratan lingkungan
yaitu keamanan,kebersihan,ketenangan,penduduk,transportasi.

2. Luas tanah minimal 600 M2 dengan perincian luas gedung keeluruhan
200 m2,luas halaman 300 m2.

3. Bangunan gedung


Sarana : merupakan kelengkapan yang penting dalam penyelenggaraan pendidikan di
TK/RA

1. Halaman,pagar dan pintu semi permanen

2. Perabot/kelengkapan ruangan yang terdiri dari,ruang kelas,ruang

kegiatan bermain bebas,ruang kantor (kepala TK),ruang guru/TU,ruang
dapur,ruang gudang,ruang kamar mandi/wc guru,ruang kamar mandi/wc
anak.

3. Alat peraga dan alat permainan yang terdiri dari :

a. Dalam kelas,sudut keluarga,sudut pembangunan,sudut

kebudayaan,sudut alam sekitar dan pengetahuan,sudut
ketuhanan.

b. Diluar kelas,bak pasir,bak air,papan peluncur/perosotan,papan
jungkitan,ayunan,bola besar dan kecil,papan titian,ban
bekas,binatang peliharaan,kereta dorong tangga majemuk.


8.1.1 Menjelaskan prinsip penilaian di PAUD

 Terencana,penilaian dilakukan secara terencama sesuai dengan aspekm
perkembangan yang akan dinilai.

 Sistematis,penilaian dilakukan secara teratur dan terprogram


 Menyeluruh,penilaian mencakup semua aspek perkembangan anak baik moral
dan nilai agama,social emosional,kemandirian,berbahasa,kognitif,fisik,seni.

 Berkesinambungan,penilaian dilakukan secara bertahap dan terus menerus
untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan anak didik.

 Obyektif,penilaian dilakukan terhadap semua aspek perkembangan sebagaimana
adanya.

 Mendidik,proses dan hasil penilaian dapat dijadikan dasar untuk untuk
memotivasi dan mengembangkan anak didik secara optimal.

 Kebermaknaan,hasil penilaian harus mempunyai arti dan bermanfaat bagi
guru,orangtua,anak didik dan pihak lain.


8.1.2 Jelaskan perbedaan pengukuran,penilaian dan assesmen
Pengukuran adalah Proses penetapan angka terhadap suatu gejala menurut aturan
tertentu.

Penilaian adalah Proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan
tingkat pencapaian perkembangan anak. Atau
Penilaian adalah suatu proses sistematik untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan
efesiensi suatu program

Assesmen adalah proses mendokumentasikan ketrampilan dan perkembangan anak
serta memberikan indikasi tahap perkembangan anak selanjutnya.


8.2.1 Jenis-jenis penilaian di PAUD
Pengamatan (observasi),Catatan Anekdot,Unjuk Kerja (performance),Hasil Karya
(Product),Penugasan,Portofolio,percakapan/dialog,deskripsi profil anak dan penilaian
yang berada di kelompok bermain dan TPA adalah cek lis/daftar isian dan skala sikap


8.2.2 Aspek-aspek penilaian di PAUD

Aspek penilaian mencakup 3 aspek yaitu aspek kognitif,aspek psikomotor,aspek afektif.

10.1.1 Karakteristik Peneliitian Tindakan Kelas (PTK)

 An Inquiri of practice from within (penelitian berawal dari kerisauan guru akan
kinerjanya.

 Self elective inquiry (metode utama adalah refleksi diri,bersifat agak longgar
tetapi tetap mengikuti kaidah penelitian).

 Fokus penelitian berupa kegiatan pembelajaran

 Tujuannya memperbaiki pembelajaran


10..1.2 Prinsip-prinsip Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

 Tugas utama guru adalah mengajar apapun metode yang diterapkan sebaiknya
tidak mengganggu komitmennya sebagai pengajar.


 Metode pengumpulan data yang digunakan tidak menuntut waktu yang
berlebihan dari guru sehingga berpeluang mengganggu proses pembelajaran

 Metodologi yang digunakan harus reliable (handal),sehingga memungkinkan
mengidentifikasi serta merumuskan hipotesis secara cukup meyakinkan
,mengembangkan strategi yang dapat diterapkan pada situasi kelasnya serta
memperoleh data yang dapat digunaklan untu menjawab hipotesis yang dapat
dikemukakannya.

 Masalah penelitian yang diambil oleh guru hendaknya masalah yang cukup
merisaukannya dan bertolak dari tanggung jawab profesionalnya,guru sendiri
memiliki komitmen untuk pemecahannya.

 Dalam pelaksanaan PTK guru harus bersikap konsisten,menaruh kepedulian
tinggi terhadap prosedur etika yang berkaitan dengan pekerjaannya.

 Meskipun kelas merupakan cakupan tanggung jawab seorang guru.
 PTK harus mendapat dukungan dari masyarakat sekolah


10.1.3 Menerapkan prosedur PTK

1. Merencanakan perbaikan

2. Melaksanakan tindakan

3. Mengamati

4. Melakukan refleksi


10.1.4 Mengintepretasikan data-data hasil penelitian tindakan
Intepretasi data adalah upaya peneliti menemukan makna dari data yang dikumpulkan
untuk menjawab pertanyaan penelitian. Intepretasi ini pada gilirannya akan menjadi
temuan penelitian.

1.1.1 Menganalisis pembelajaran matematika bagi anak usia dini (lihat pengembangan
indicator)

1.1.2 Menganalisis pembelajaran sains bagi anak usia dini (lihat pengembangan indicator)

1.1.3 Menganalisis pembelajaran bahasa (lihat pengembangan indicator)

1.1.4 Menganalisis pembelajaran pengetahuan social bagi anak usia dini (lihat indicator)

1.1.5 Menganalisis pembelajaran nialai agama dan moral bagi anak usia dini (lihat indicator)

1.1.6 Menganalisis pembelajaran pendidikan jasmani,kesehatan dan gizi bagi anak (lihat
indicator)

1.2.3 Kategorisasi alat permainan untuk pengembangan kemampuan music dan seni anak


Seruling,maracas,organ kecil,tamborin,rebana,kerincingan,wood blok,gitar kecil,kaset
lagu daerah,kaset lagu wajib,kaset lagu nasional,mikrofon,tape recorder,vcd.

1.2.4 Kategorisasi alat permainan untuk pengembangan kemampuan fisik motorik anak.
Papan titian,tali tambang,tangga majemuk,jala panjatan,tangga tali,ban bekas,simpai
berbagai ukuran,otopet,sepeda roda dua,berbagai jenis ukuran bola,ayunan.

1.3.1 Mencontohkan permainan untuk memenuhi kebutuhan main sensorimotor
Bayi memercikkan air,menepuk air dengan tangan,bertepuk-tepuk,melambaikan
tangan,memukul-mukul meja dengan sendok,mengaduk pasir dengan
sekop,menuangkan air dari kran,menyusun balok lalu merobohkannya,menuangkan
beras kedalam botol.

1.3.2 Mencontohkan permainan untuk memenuhi kebutuhan main peran
Bermain menjadi profesi tertentu seperti dokter,guru,polisi dengan menggunakan
peralatan asli atau tiruan

1.3.3 Mencontohkan permainan pembangunan
Bermain dengan bahan cair sepertiair,pasir,cat air,spidol,lumpur,tanah
liat,playdough,biji-bijian,krayon,cat dengan kuas,pulpen,pensil sedangan bermain
pembangunan yang bahannya terstruktur adalah balok unit,balok berongga,balok
berwarna,lego puzzle,tinker toys

2.1.1 Menganalisis standar tingkat pencapaian perkembangan nilai-nilai agama & moral anak
TK (lihat permen 58).

2.1.2 Analisis standar tingkat pencapaian perkembangan fisik motorik (lihat permen 58)

2.1.3 Analisis standar tingkat pencapaian perkembangan kognitif (lihat permen 58)

2.1.4 Analisis standar tingkat pencapaian perkembangan bahasa (lihat permen 58)

2.1.5 Analisis standar tingkat pencapaian perkembangan emosional anak TK (lihat permen


2.2.1 Membedakan klasifikasi Penilaian Belum Berkembang (BB),Mulai Berkembang
(MB),Berkembang Sesuai Harapan (BSH), Berkembang Sangat Baik (BSB) dalam
menilai kemajuan perkembangan anak.

Penilaian Belum Berkembang (BB) adalah perkembangan sesuai dengan indicator
seperti diharapkan dalam RKH atau dalam melaksanakan tugas selalu dibantu guru
maka dalam kolom penilaian dituliskan nama anak dan diberi tanda satu bintang (*)


Penilaian Mulai Berkembang (MB) adalah anak yang sudah mulai berkembang sesuai
dengan indicator yang diharapkan dalam RKH mendapatkan mendapatkan tanda dua
bintang (**)

Penilaian Berkembang Sesuai Harapan (BSH), maka pada indicator dalam RKH
mendapatkan tiga bintang (***)

Penilaian Berkembang Sangat Baik (BSB), anak melebihi indicator seperti yang
diharapkan dalam RKH mendapatkan 4 bintang (****)

3.1.1 Menentukan materi bidang pengembangan sains untuk anak TK (lihat indicator)

3.1.2 Menentukan materi bidang pengetahuan social (lihat indicator)

3.1.3 Menentukan materi bidang pengembangan bahasa untuk anak TK (lihat indicator)

3.1.4 Menentukan materi bidang pengembangan seni untu anak (lihat indicator)

3.1.5 Menentukan materi bidang pengembangan ketrampilan proses (lihat indicator)

3.1.6 Menentukan materi bidang pengembangan tekhnologi untuk anak (lihat indicator)

Semoga bermanfa’at untuk detail silahkan kunjungi situs
PAUD KEMENDIKNAS